Berperang Melawan Cermin -->

Iklan Semua Halaman

Berperang Melawan Cermin

Thorif
21 Oktober 2018

Pilpres 2019, adalah pilpres pembuktian, mengapa disebut pilpres pembuktian? Bagi dua konsestan yang bersaing, ini adalah waktunya pembuktian
Bagi pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, pilpres 2019 adalah masa untuk pembuktian terutama kepada sosok Capres Prabowo Subianto
Pilpres 2019 menjadi ajang pembuktian bagi capres Prabowo Subianto bahwa dirinya bukanlah sosok capres abadi
Sudah menjadi keharusan dan mungkin menjadi kewajiban bagi partai koalisi pengusung Prabowo Subianto untuk memenangkan pilpres sekaligus menjadikan sosok yang selama ini disebut sebagai “capres abadi” akhirnya benar terpilih menjadi presiden RI ke-8
Ajang pembuktian yang mungkin juga bisa menjadi pengujian terakhir mesin politik yang selama ini mengusung nama Prabowo Subianto, karena pada pilpres selanjutnya yaitu pilpres 2024 bukan lagi masa elektabilitas Prabowo Subianto menjadi capres
Pertarungan akhir yang bisa sekaligus menjadi pertempuran pamungkas bagi sosok Prabowo untuk mencatatkan namanya layak menjadi presiden RI dan bukan lagi hanya menjadi “capres abadi” yang namanya muncul di tiap hajatan demokrasi lima tahunan
Lalu bagaimana dengan pasangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin? Apa yang harus menjadi pembuktian dalam pilpres 2019
Pada pilpres 2019 ini, Jokowi bertarung bukan lagi dari posisi penantang, tetapi kini dari posisi sebagai petahana
Sebagai petahana atau incumbent, sosok Jokowi akan lebih banyak berperang dengan cermin, dimana kinerja serta janji selama memimpin akan menjadi cermin pembuktian bagi dirinya
Pada pilpres 2019, bagi petahana adalah ajang berperang melawan cermin kinerja dan janji, bagaimana pembuktian antara kedua hal tersebut dengan hasil dilapangan
Petahana akan ditempatkan dalam posisi untuk dinilai dan di evaluasi
Sosok Jokowi bukan lagi hadir dalam kondisi diri “From nothing to something” lagi, tetapi dari posisi “something to something”, saatnya dinilai dan di evaluasi
Bahan pengujiannya pun dari kinerja selama periode lima tahun memimpin negeri ini
Apakah Jokowi mampu membuktikan pada pilpres 2019, bahwa dirinya telah sesuai dengan janji kampanye 2014 sehingga berhak dipilih kembali pada pilpres 2019
Kalau ternyata pada akhirnya pilpres 2019 menjadi ajang pembuktian bagi kedua konsestan, sudah seharusnya rakyat berpikir dan memilih cerdas
Apakah akan kembali berharap pada sosok Jokowi untuk pembuktian dirinya kembali bisa menjadi presiden di periode ke-dua dengan kondisi kinerja yang sudah dikerjakan sebagai petahana
Atau memilih arah baru bangsa bersama Prabowo Subianto sebagai presiden RI, sekaligus membuktikan serta membantu mencatatkan nama Prabowo Subianto sebagai presiden RI ke-8 dan bukanlagi sosok “capres abadi”
Jadi, pilpres 2019 adalah ajang pembuktian, termasuk pembuktian bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa pada pilpres 2019, persatuan Indonesia adalah hasil akhir yang disepakati bersama
Berpolitik secukupnya, basudara selebihnya

Bang dw